August 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            

Categories

August 16, 2008

My BestFriends Wedding

Hendra_lisa_anti_edit_10

"Ndra.. Sa.. 7 tahun terlewati juga :)), sekarang justru ujian yang sesungguhnya, ada beberapa puluh tahun lagi untuk dilewati bersama, semoga kalian tetap seperti kalian selama ini. Saling support, saling mencintai, dan saling memaafkan"

Hugs,

Anti (sahabat yang selalu ingin melihat kalian bahagia)

                            

August 15, 2008

Rindu

Pagi ini merindukan hujan..

Kayanya enak tidur berselimut, sambil menikmati dan mendengarkan suara hujan di jendela kamar yang terbuka. Tenang, Damai, dan GRATIS (halah, merusak suasana aja ^.^).

Kapan Jakarta terakhir hujan ya?

Back To Campus

Huiihh, tiba2 nerima telfon dari nyokap gw, katanya KampusGwYangBaruItu kirim surat yang menyatakan bahwa orientasi perkuliahan di mulai tanggal 11 Agustus 2008. Whatttttt????? KampusGwYangBaruItu emang kelewat nyebelin, udah putus asa sama tata cara pendaftaran yang ngga jelas, sekarang sekonyong2 mereka merubah jadwal seenak udelnya sendiri L L L. AFAIR (as far as i remember), terakhir gw telfon KampusGwYangBaruItu bilangnya bahwa kuliah akan dimulai tanggal 1 September 2008. Untunglah gw minta resign dipercepat, coba kalau sesuai plan awal.. which is gw baru resign di tanggal 25 Agustus 2008???? Dan untungnya lagi, saat berita perubahan jadwal ini gw terima, posisi gw di Jember, coba kalau gw lagi europe tour (halah)!!!!Salut gw sama KampusGwYangBaruItu, mereka KONSISTEN; konsisten selalu kasih informasi yang ngga jelas.

Eniweeii, singkat cerita akhirnya by the time gw nulis ini gw udah 3 kali dateng kuliah. So far not good, otak gw kayanya kegendutan sehingga susah lari nya, lemooottt banget. Test case; untuk membaca dan (mencoba) mengerti 1 jurnal aja yang halamannya Cuma 15 lembar, gw memerlukan waktu kira-kira 3 jam!!!what??? 3 jam?? 3 jam itu sama dengan nonton 4 series all about eve, 3 jam itu sama dengan fitness sampe mampus, dan 3 jam itu sama dengan terbang jakarta soroako. Ngga heran deh kenapa hasil TPA gw miris gitu hasilnya L L L. Next time harus lebih baik pokoknya!!!chiayoooo Antiiii, nurinin badan 7 kg aja bisa (pamerrrr J J J), masa naikin kemampuan otak ngga bisa sih hihihi!!

Kembali ke sekolah, artinya kembali ke penyiksaan. Sejauh ini menurut gw hanya ada 4 institusi yang berhasil untuk membuat kita membayar cukup mahal tapi dia dengan semena mena bisa menindas kita.

Institusi pertama adalah yang namanya sekolahan.. gila institusi ini bisa bikin hidup lu ngga tenang dalam waktu yang cukup lama, once lu dah berkomitmen dengan dia dijamin dah bakal dibuat pusing pusing dan pusing.

Institusi kedua adalah tempat kebugaran, atau kata kerennya adalah fitness center.. ampun dah yang paling berasa selama ada di tempat ini ngga lain ngga bukan adalah berjalannya waktu yang amat lambat, 1 jam disana berasa 10 jam di dunia normal.

Institusi ketiga adalah Rumah Sakit, kalau untuk yang ini semoga gw ngga sering2 berhubungan.

Dannn akhirnya institusi keempat adalah Dunia Fantasi, heran gw di bolak balik di puter puter di lempar lempar kok kita malah harus bayar masuknya, mungkin karena secara gw takut ketinggian kali ya (tapi FYI gw dah coba semua wahana lhoo di Dufan, penting yak??) jadinya parno banget gw dan jarang bisa menikmati wahana dufan, favorite gw kalau ke dufan Cuma studio 3 dimensi nya, arung jeram, dan halilintar kecil.. kadang2 kalau lagi agak gila naik niagara. Udah itu doang, tok. Yang lainnya no and thank you deh, asal dah pernah sekali dah cukup.. yang penting bisa pamer doang kalau dah pernah naik (halah, penting yak??).

Ngga tau deh, gimana kelanjutan kehidupan gw nantinya selama gw sekolah ini. Agak takut juga sih. Untung nya ada si Nuri, jadi ada temen menderita bareng (setelah sukses memprovokasi Nuri ngambil kuliah bareng ^.^). Ya itu lah Nur gunanya temen, kalau temen yang satunya menderita (atau terancam menderita) pasti cepet2 ngajak temen2nya yang lain buat menderita bareng.. huehehe

July 25, 2008

Catatan Dini Hari

"Eyang putri gerah Mba", kata sepupu gw waktu gw main ke rumahnya di Bandung beberapa minggu yang lalu.
Sepintas gw alihkan perhatian dan sepintas pula gw melupakan ucapannya, paling2 "penyakit tua" macam rematik atau masuk angin maklum eyang putri gw itu sudah berusia 76 tahun.
Tentunya akan lebih panik kalau gw mendengar eyang kakung gw yang lagi sakit karena eyang kakung gw itu sudah berusia 86 tahun, dan memang akhir2 ini kesehatan beliau sering menurun.
Dibandingkan eyang kakung gw, maka eyang putri gw ini akan tampak sangat muda toh? so no wonder kalau kami semua, satu keluarga besar ini, terlihat lebih perhatian terhadap eyang kakung kami.

Tapi ceritanya jadi lain akhir2 ini, update dari sepupu gw bahwa kondisi eyang putri makin mengkhawatirkan. Siapa nyana ternyata beliau terkena diabetes, suatu penyakit yang katanya penyakit keturunan itu entah mengapa bisa tiba2 muncul di masa tuanya dan yang perlu dicatet adalah bahwa sejauh yang kami ingat tidak ada riwayat penyakit tersebut dalam klan keluarga kami. Diabetes itu mengambil eyang putri kami secara perlahan, mulai dari kekakuan sendi2 dalam tubuhnya, penglihatannya, bahkan memori otak nya. Sedih sekali jika mendengar bahwa eyang putri kami itu bisa lupa sejenak terhadap salah satu cucu terdekat nya, atau lupa terhadap kejadian yang baru saja terjadi, haahhh bagaimana mungkin padahal pikun ringan saja belum pernah menjangkiti dirinya. Belum lagi, jika mendengar bahwa beliau sudah tidak bisa ke "belakang" sendiri dan harus serba diawasi gerak geriknya karena matanya sudah mengabur, kemana perginya kemandirian eyang putri kami yang dulu?

Ketika mama gw menelfon eyang putri pun, tak terdengar lagi semangatnya yang dulu selalu ada, yang ada kini hanya rintihan yang berkata "Kenapa eyang putri kok jadi begini" dengan pengulangan berkali kali.

Eyang kakung kami juga bukannya tak tahu apa yang sedang terjadi, tratap nya hati beliau melihat pujaan hatinya yang telah menemaninya hampir 60 tahun itu tak kuasa ditahannya. Bingung, gelisah, cemas terlihat dari wajahnya yang sudah tua itu, tapi dengan bijak nya beliau tetap bisa tersenyum sambil meminta kami semua mencoba lebih mengerti dan lebih bersabar menghadapi kondisi eyang putri yang sekarang sudah tidak seperti dulu lagi.

Sedih, bagaimana mungkin, rasanya baru 3 bulan lalu eyang putri dan eyang kakung kami ini road show mengunjungi anak2nya sebagai ritual tahunan mereka dalam keadaan sehat segar bugar, mengapa tiba2 kondisinya bisa menjadi seperti ini? Masi gw ingat, ketika gw jemput bulan april lalu di Makasar pun, mereka masi tampak seperti biasanya; mesra, bahagia dan mandiri. Sungguh tak tampak ada yang perlu dikhawatirkan, kecuali daya tahan tubuh mereka yang memang sudah menurun seiring bertambahnya usia. Atau mungkin gw kah yang tidak sebegitunya memperhatikan mereka?

Ah ada apa ini? apa yang sebenarnya sedang terjadi? apa yang sedang Kau rencanakan ya Allah? pertanyaan2 itu terus saja berputar di kepala gw. Gw coba mencari jawabannya. Tapi jawaban yang ada di otak gw ternyata adalah sebuah pertanyaan lagi walaupun pertanyaan kali ini adalah sebuah pertanyaan retoris "Ya, kenapa gw harus bertanya kenapa kalau Allah memang berkehendak terhadap sesuatu? toh bukannya Dia yang memiliki segala sesuatunya?". Jangankan terhadap eyang putri, terhadap diri gw sendiri pun Dia juga punya kuasa. Siapa yang bisa memastikan kalau gw kalau besok masih hidup? Sebenernya posisi gw dan posisi eyang putri gw dan posisi seluruh orang di dunia itu sama: sama2 tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan dan sama2 tidak bisa menghindar dari kematian. Jadi jika sekarang eyang putri gw lagi bersiap menghadapi kemungkinan terburuk itu, bukankah kita juga seharusnya melakukan hal yang sama? Tidak ada yang bisa menjamin siapa diantara kita yang akan hidup lebih lama toh? Astagfirullah hal adziem, betapa tak siap nya gw jika memikirkan hal ini.

Duh Gusti, ampuni lah hamba Mu ini yang masih selalu mengulang2 kesalahannya; Yang tak pernah ingat jikalau dunia ini bukan tujuan dan yang tak pernah ingat jikalau semuanya pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.

Pagi sudah menjelang, tapi belum bisa juga tidur. Tak sabar rasanya menunggu hari Senin, karena insyaallah di hari itu gw akan berangkat ke Jember untuk menjenguk eyang putri gw. Alhamdulillah, ternyata proses resign dipercepat ada gunanya juga, yah lagi2 Allah lah yang maha mengatur. Doa kan ya teman2, semoga kebaikan selalu datang menyertai kami semua. Amin.

July 23, 2008

Exit Interview

Hari ini hari terakhir gw masuk kerja, tadi seharian dah ngga ada kerjaan apa2 cuma kirim2 email pamit dan sibuk nyari2 tandatangan buat ngelengkapin form exit clearance.

Tapi sebenernya si yang paling sibuk itu jawab2in YM yang nanya: "Anti mau kemana?", kalau  gw jawab  "Ngga kemana mana", pasti banyak an yang ngga percaya nya dan akhirnya terjadilah percakapan yang panjang lebar yang ujungnya biasanya akan jauh menyimpang dari topic utama, seperti percakapan2 dibawah ini :D:

percakapan1:
x: "Ntiiii, lu mau kemana?"
gw: "Ngga kemana2"
x: "Ah bohong, ajak2 dong kalau ada yang mau ngasih gaji gede"
gw: "Hadoh boro2 gaji gede, udah ngga dapet gaji gw malah harus mengeluarkan uang tau. Gw mau sekolah lagi"
x: "Hah, sekolah lagi? Ngga seru lu, ya udah deh. Gw kira lu dibajak perusahaan lain. Mau dong ikutan dibajak juga. Hari gini gitu lho Nti apa2 mahal, sejak BBM naik semua2 jadi ikutan naik. Ya ongkos, ya makan, ya baju, ya sepatu, ya perhiasan... ya pokoknya semuanya lah"
gw: "glek"

percakapan2:
x: "Eh lu mau kemana? tiba2 kirim email pamit"
gw: "Ngga kemana2"
x: "Halah udah ngaku aja, sama gw mah ngga usah pake bohong2 gitu"
gw: "Tapi gw ngga bohong bener, gw cuma mau kuliah lagi"
x: "Lah terus ngapain lu pake keluar segala?"
gw: "Yah ngga papa, takut kecapean aja kalau jalan dua2nya"
x: "Itu si Iman bisa parallel"
gw: "Ya itu kan Iman, bukan gw"
x: "Ya tapi kan lu sama Iman sama. Masa Iman bisa lu ngga bisa!"
gw: "Sama gimane?"
x: "Sama-sama gendut"
gw: "glek"

percakapan3:
x: "Anti, lu mau kemana, kok resign?"
gw: "Ngga kemana2"
x: "Mau nikah ya?"
gw: "Iya sih mau, tapi ngga jelas kapannya kekekke"
x: "Wah kok belum ada undangannya?"
gw: "Lha ya orang belum tau kapannya, kan cuma mau aja"
x: "Oh.. tapi calonnya udah ada kan?"
gw: "Kenapa emangnya?"
x: "Eng.. kalau belum ada, sama gw aja mau ngga?"
gw: "glek"

percakapan4:
x: "Antiiii"
gw: "Yaaaa"
x: "Ko resign?"
gw: "emang ngga boleh?"
x: "Mau kuliah ya?"
gw: "Iya"
x: "Dimana?"
gw: "MMUI insyaallah"
x: "Behh, tajir berat dong lu, kan mahal banget tuh"
gw: "Ya begitulah, nabung sana sini"
x: "Korupsi lu ya di J***S, gw kan tau standart gaji programer!"
gw: "glek"

percakapan5:
x: "Lu mau resign?"
gw: "Ho'oh"
x: "kemana?"
gw: "Ngga kemana2. Kuliah aja titik."
x: "ooh koma tapi lu nanti balik kesini lagi kan tanda tanya"
gw: "wadow itu mah gw ngga tau koma liat aja nanti titik"
x: "yaaahhh semoga aja ngga balik lah lu cuma ngerepotin doang disini kwkwkkw"
gw: "glek"

Huhuhu kalian inih, ngga ada kata2 perpisahan yang lebih baik apa hehehe, btw sebegitu nya kah kalian masih meragukan kesetian gw pada kantor gw tercintah inih :)).

July 05, 2008

Aliran Sampah

Huhuhuhu, abis diinvite hendra untuk join ke google reader, udah diajarin cara makenya dikasi pula OPML nya dia, kebiasaan manja gw minta semua2 diurusin masi dibawa2 juga sampe sekarang :)). Yah pokoknya singkat kata, kalau sampe masih ngga bisa juga mah keterlaluan :)).

Awalnya ngga ngeh, maksudnya nih engine mau ngapain.. jadi selama hendra ngalor ngidul promosi in engine ini di chat.. otak gw masi aja blank (glek!). Akhirnya lah gw mulai mengerti setelah gw trial and error by click click ngga jelas gitu. Intinya mah pokoknya gw akhirnya amaze lah; amaze sama engine nya juga amaze sama langganan blog bacaan nya si hendra, set dah mulai coding horor, freakeconomic, sampe blog nya wulan guritno pun dibacanya pula ck ck ck.

Sempet blog walking ke beberapa blog yang gw anggap menarik, dan ternyata memang bener menarik, kaya blognya nofie iman, tussi, dll. Disitu gw seperti menemukan generasi2 penerus macam enda atau priyadi yang udah duluan tenar dan termasuk perintis blogger indonesia.

Huih jadi malu, semakin sering blog walking semakin marasa ngga penting gw nge blog. Apaan tuh blog gw, isinya sampaaaahhh semua, kalau kata nofie iman sih.. please tolong ya bedakan antara tulisan buat blog dengan tulisan buat diary pribadi, huhuhuhu jleb abis dan langsung bikin gw pengen delete blog gw sendiri (hiperbola deng).

Yah terserah gw dong blog blog gw kok, mau gw tulis apa kek ya terserah gw dong, ngapain lu pake ngurus2, kwkwkkwkwkw.. kumat deh ego ngga jelas dan ngga berguna nya. Tapi ya pokoknya gitu deh, yang jelas sempet down nulis akhir2 ini.. dan langsung kebayang buat "serangan balasan" buat nunjukin "hey gw juga bisa lho bikin tulisan berbobot kaya yang di blog lo itu lhoooo".

Ah tapi akhirnya sudahlah, gw ya gw. Toh gw nyaman dengan begini, bukannya ngga mau berubah ke arah yang lebih baik tapi apa artinya tulisan gw kalau gw menulis ngga pake hati, bukan gw banget gitu (Ngeles mode: On kwkkwkwk, lagian ya dimana mana itu nulis itu pake tangan bukan pake hati kaliii, kadang2 ya gw nih suka aneh :| ).

Lagian lagi ya (daritadi lagian lagian mulu, emang lu pikir ini di Bali.. eh itu Legian ya?? jayus mode: On), sama kaya musik, blog juga pangsa pasar yang luas juga kali. Jadi kalau sebagian tertarik pada topic yang berat2, pasti masih ada juga yang tertarik pada topic yang ringan2; yang bacanya ngga perlu mengerutkan kening atau bikin lu tambah emosi (haiyahhh baca koran lampu merah aja kalau mau gitu mah, dijamin pasti esmosi berat). Kalau gw pribadi sih lebih prefer baca blog yang bisa bikin gw ketawa atau terinspirasi kaya blognya adit, ninit, yani, edu, vivi, mbot, dll.. sometimes gw bisa terkagum kagum darimana mereka bisa mengangkat topic sederhana yang ada di sekitar mereka dengan cara yang sederhana pula tapi lucu.

Yah begitulah akhir kata dari gw, si blogger sampah yang suka bikin tulisan ngga penting dan mengirimkan email notification ngga penting pula ke email kalian :)). Semoga ngga ada yang  merasa terganggu :).

June 25, 2008

Weekend Schedule

Sunday, 22 June 2008 --> Wigid Wedding
Friday, 27 June 2008 --> Ratih Wedding
Sunday, 29 June 2008 --> Mas Arif Wedding
Saturday, 5 July 2008 --> Mas Lukman Wedding
Sunday, 6 July 2008 --> Teh Ika Wedding
Sunday, 20 July 2008 --> Erda Wedding
Sunday, 20 July 2008 --> Mba Oci Wedding

What a busy weekend wedding i have for the next couple of week :).
Eh tapi masih ada yang kosong si, weekend antara tanggal 5 Juli dan tanggal 20 Juli, hayooo sapa yang mau nikah lagi nee.. apa gw aja yang book di tanggal segitu.. masa cuma jadi partisipan mulu heheh (ngarep mode: ON).

Temans, selamat berbahagia  ya... semoga gw bisa datengin acara kalian satu persatu amin hehehe..

Show Stoper

Whoa ngga berasa ternyata udah hampir 3 bulan ya gw di Jakarta lagi, semua team soroako gate 2 juga udah kembali ke Jakarta (Kecuali pak adit dan pak andik hihhi, apa kabar kalian ya disana? belum jadi fosil kan? :D).

Anyhow (ada ngga sih bahasa inggris "anyhow"?) ternyata setelah gw amat2i, kita (team soroako gate 2) yang udah pada balik ke Jakarta kebanyakan memiliki problem yang sama: Kelebihan berat badan!! (well, i know when i say "we" it doesnt refer to yumna, dion, very, dan sebagian kecil mahluk2 imut ngga bisa gendut yang bikin iri lainnya hehe). Kalau ibarat bug nih, statusnya bug "kelebihan berat badan" ini adalah "Show Stopper" (FYI, status "Show Stopper" itu jauh lebih tinggi dari "High", pokoknya kalau dapet bug status "Show Stopper" hidup lu jadi ngga indah deh, bisa ngebuat boss lu nungguin lu benerin tuh bug sambil bawa cambuk di belakang lu atau bikin boss lu punya hak veto untuk menyuruh lu masuk di hari libur buat benerin tuh bug).

Ya sudah lah jadilah kita beramai-ramai berusaha membasmi bug ini, ada yang semangat mendaftar di salah satu tempat fitness ibukota buat ngecelin perut, ada yang minum susu WRP, dan ada juga yang ngga makan malam. Bagusnya si belum ada yang putus asa pasrah menerima keadaan, kwkwkwk. Well mungkin semua sudah menyadari bahwa gajah ngga akan pernah tampak indah di kota, saingan kita kelinci2 imut sodara2. So chayo.. ayo kita basmi bug ngga berguna ini sampe berhasil!!! 8kg more to lose *sigh* huhuhuhuhu...

Notes: ditulis dengan keadaan capek berat abis treadmill 1jam

June 16, 2008

Belajar Memasak

Malem malem, kriuk kriuk,
Tengok meja makan hanya ada seperangkat nasi beserta lauk pauk nya, tergiur makan malem lengkap tapi kemudian teringat seseorang pasti akan marah besar jika tau gw melanggar saran2nya.

Males punya perkara dengan orang itu, akhirnya gw memutuskan untuk sekedar mencari pengganjal lapar. Gw buka kulkas berharap bisa menemukan buah2an disana, eh tapi kok yang tampak malah risol lisalicious beku yang menggoda.

Berpikir 20 detik sebelum memutuskan untuk memakan risol itu (lagi2 mengikuti saran orang itu), ah kalau cuma satu kan ngga akan terlalu berpengaruh (walaupun perlu dicatat isi risol lisalicious itu adalah irisan daging, irisan telur, dan mayonese). Ah sudahlah, lagipula bisa mati gw nanti kalau ngga makan (terkadang majas hiperbola memang sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini).

"Inaah..", gw memanggil nama asisten nyokap gw. Tapi tidak ada jawaban, tampaknya dia sudah tertidur. Apa boleh buat bantuan kedua terpaksa dikeluarkan:

Gw: "Dim.. gorengin mba anti risol dong"
adik laki laki gw itu emang lebih akrab di dapur di banding gw..
Dimas: "Ah mba anti tuh cewek bukan sii, masa  goreng gitu aja ngga bisa"

Glek, harga diri langsung tercabik cabik.. huuh okay emang cuma dia doang yang bisa masak!! Jadilah gw mulai belajar masak (well, gw tau gw akan diomelin Lisa kalau dia tau definisi belajar masak gw adalah belajar nggoreng :(, yah Sa.. lu kan dah expert). Udah PD Jaya gitu tiba2 gw terpaksa harus menurunkan gengsi gw lagi..

gw: "Dim.. nyalain kompor nya gimana sih?"
(cat: kompor gw matic gitu, jadi bingung gw, mamaaahhh kenapa si kita ngga pake kompor gas yang dulu ajah")
Dimas: "Haduuuuh, udah sini dimas gorengin"
gw: "Ngga lah, gini doang mah mba anti bisa! ini cuma ngga bisa nyalain kompornya doang kok"
Dimas: "Done, met masak yeee"

Biarkan minyak panas dulu baru kemudian cemplungin yang mau digoreng, seinget gw sih begitu ya teori menggoreng. Ok deh, biar cepet panas minyaknya gw gedein api nya aja, terus pas udah panas gitu gw cemplungin deh tuh risolnya. Bolak balik semenit dua menit kok tuh risolnya dah coklat menjurus ke gosong gitu ya. Wah daripada daripada langsung deh gw angkat risolnya. Hmm beres. Tinggal makan deh. Gigitan pertama, enak. Gigitan kedua mulai berasa, yakiii ternyata dalemnya masih bekuuuu :((((. Huuuu. Pelajaran pertama: Menggoreng itu tidak boleh menggunakan api yang terlalu besar, akibatnya matang di luar tapi mentah di dalam.

Dimas: "Huakakakkaka"
Gw: "Mba anti tidak akan pantang menyerah!!liat nanti kalau jadi ngga boleh minta"

Percobaan kedua memasak gw, gw kecilin apinya baru masukkin risolnya.. kayanya sukses nih yang kali ini, Untuk make sure ngga ada yang masih beku lagi, jadinya gw pencet2 deh tuh risol. "Bo, mayonase dalam nya bubar jalan. moncrot semua keluar". Yakkkiiii, bercampur campur minyak gitu.. ah sudahlah, udah ngga nafsu juga liatnya :(. Gagal lagi percobaan kedua.

Dimas: "Huakakakakkakakakkakakakkaa"
Gw: "Diaaaammmmm, yang ketiga pasti berhasil"

Tekad membara dalam dada harus menyelesaikan pelajaran masak ini sebaik mungkin!! percobaan ketiga gw goreng 2 risol sekaligus. Kenapa 2 karena mereka dempet dan susah dipisahkan, ah mungkin karena beku.. nanti juga kalau dah di minyak panas bakal misah sendiri. Gitu pikir gw. Tapi ternyata lagi2 dugaan gw salah, tuh risol bukannya memisah malah makin dempet. huuuuuuu. Jadilah gw kesusahan misah2in tuh risol di penggorengan :(, dan hasilnya ngge berhasil. Dan dengan suksesnya jadi gosong :((.

Huaaaa tobaaat!! conclusion dicari: suami yang bisa masak!!

btw ini gw sertakan gambar yang seharusnya kalau sukes (taken from http://lisalicious.wordpress.com/risoles-lisalicious-best-seller/)

Risol2

June 13, 2008

Update Manual TelkomselFlash

Horray, akhirnya jadi juga pasang internet unlimited* di rumah, at least ngga gokil lagi nungguin dial up yang leomoootnya minta ampun.

Sebenernya sih bingung mau pakai provider apa tadinya, secara badget terbatas tapi pengennya neko2 :(. Teman banyak yang menyarankan pake fastnet, udah semangat2 gitu tapi ternyata jangkauan fastnet belum nyampe daerah rumah gw (huuh nasib punya rumah di Jakarta coret, eh ngga coret2 banget kok (cuma) beberapa kilo dari MT. Haryono :)). Pilihan kedua tadinya mau pakai speedy, walaupun dia konsepnya bukan unlimited internet tapi cuma dia yang bisa kasih harga masuk akal (gw ngga bilang murah lhooo).. tapi akhirnya setelah terbujuk rayu oleh mas mas telkomsel yang gigih menawarkan produknya jadilah gw pakai telkomselflash (yah asal inget aja ya Mas, kalau dapet bonus mbok yo aku tuh dikasi persentase gitu), gw ambil paket unlimited tanpa modem yang basic (yang 125rb itu lhoo, yang paling murah lah pokoknya)

Untuk step by step cara pendaftaran TelkomselFlash yang benar silahkan liat di web nya, tapi berikut ada beberapa tips dari pengalaman gw kemaren:
1. Buat anda yang belum memiliki kartu Hallo dan hendak mengajukan pendaftaran, lebih baik anda lihat2 lagi daftar teman anda di phone book. Kalau ada yang kebetulan bekerja di telkomsel dan bersedia menjadi penjamin, maka manfaatkanlah fasilitas grapari di lantai 2 Wisma Mulia. Namun jika tidak ada, maka selamat menikmati antrian panjang, proses berbelit (survey dll) dan mba2 customer service yang ngga informatif di grapari lantai 1 Wisma Mulia.
2. Pastikan juga anda mendaftar sekalian untuk program flash nya, jadi nanti aktifasinya bisa sekalian (ngga perlu bolak balik grapari lagi deh, gile emang ngga ada kerjaan apah).
3. Pada saat anda sedang melakukan proses pengajuan kartu hallo, make sure anda bertanya se detail mungkin, jangan takut dibilang cerewet. Tanyakan semua apa yang menurut anda penting, terutama masalah tanda2 bintang di iklan yang ukurannya extra kecil itu. Jangan lupa tanyakan juga masalah billing cycle dan perhitungan biayanya, yang gw tau setelah kejadian adalah bahwa tagihan gw itu dihitung per tanggal 1 padahal gw baru mengaktifan kartu gw tanggal 11 (which is gw rugi 11 hariii gitu :( )
4. Setelah kartu hallo dan flash anda aktif (biasanya maks 3x24jam dari pengaktifan kartu, inget ya BUKAN 1x24jam) anda bisa mulai melakukan setup ini itu agar bisa menggunakan fasilitas flash tersebut. Detail setup nya tergantung dari modem yang anda gunakan (bisa dilihat dan di download di sini). Tapi untuk yang menggunakan modem HP Nokia seperti gw, hendaknya memperhatikan update dari gw: acces point/apn yang harus di input untuk paket yang gw ambil adalah: internet atau telkomsel (bukan flash seperti yang tertera di manual)!!!!

Gilaaa, gimana gw ngga nyut2an selama proses ini, mulai dari bolak balik grapari, menghadapi mba2 customer service yang ngga informatif, nyari modem sampe gila (yang akhirnya ngga jadi karena muahalll banget), dan manual yang salah parah :(. huhuhu. Untung mas mas telkomel yang nawarin produk ini baik mau direpotin ini itu, mungkin merasa ikut bertanggung jawab juga dia atas promosi nya hueheuhe. Jadi deh akhirnya mas mas itu merangkap juga jadi helpdesk 1x24 jam hihihi (walaupun dia agak galak si jadi helpdesk nya :(, "mangkanya dibaca dong manualnya!", "FAQ nya dibaca!", "gimana mau tinggal di luar negri kalau baca apa2 males!!", hiksss padahal kan yang salah manualnya :((, belum lagi backsound backsound ngga penting nya "huu manja, dikit dikit nanya", "katanya anak ilmu komputer gitu aja ngga bisa", "malesan anaknya ya?" huhuhuhuhu).

Yah tapi anyway makasih banget ya Mas hehehe.

May 28, 2008

TRAVELERS gagal TALE

Ini cerita tentang seorang udik yang belum pernah keluar negri dan pengeeeennn banget ke luar negri, orang udik itu anti namanya. Yes right, orang itu ngga lain ngga bukan adalah gw.

Tapi sayangnya dengan pekerjaan gw yang hanya sebagai kuli, maka gw ngga punya duit banyak untuk bisa ikut tour wisata yang ditawarkan oleh biro perjalanan. So jadilah bekpeker (tulis: backpacker) menjadi satu-satunya pilihan yang bisa ditempuh.

Okay, step awal yang harus dilakukan untuk memulai bekpeker adalah mencari teman seperjalanan (ini penting buat bekpeker beginer supaya kalau ada masalah di jalan ada yang bisa dijadiin tumbal :D), dan setelah timbang sana timbang sini akhirnya pilihan gw jatuh pada dua teman gw: Iman dan Nuri.

Kenapa Iman?
1. pelit, penting supaya budget tetap under control, apalagi mengingat budget belanja Nuri yang audzubillah
2. besar dan menyeramkan, penting supaya 2 mahluk imut (gw dan nuri) bebas dari godaan orang2 tak bertanggungjawab
3. ngga punya malu, penting buat disuruh nanya2 kalau kesasar dan buat disuruh ngamen/nari2 perut kalau kepepet butuh duit (eh tapi yang ini serius lho.. di kantor aja dia sering nari perut, for free!!)
4. udah mati rasa sama gw dan nuri dan vice verse, gilaaaa hari gene susah banget gitu lho nyari cowok normal yang ngga tertarik sama cewek2 kaya gw dan nuri, hihihihihi. Oh ya ini penting secara kita nanti bakal seharian terus sama ni cowok, jangan sampe deh pake acaranya cinta lokasi.. hihihih.

Kenapa Nuri?
1. anak mall, penting supaya gw ngga jadi orang yang paling pertama tepar dan yang pasti supaya ada yang ngingetin gw terus untuk tetep pake sunblock dan peralatan lainnya karena prinsip kita dimana pun tetep harus keceh kekeke
2. sok jagoan, penting buat ngelawan Iman kalau sifat semena2 nya kambuh
3. IPK (indeks prestasi komulatif) nya hampir sama ma gw, penting biar bukan cuma gw yang bisa di dodol2 in ma Iman
4. Nekad, penting buat diajakin melakukan hal2 di luar batas kejaiman seorang akhwat (eh kita akwat bukan sih Nur?:p)

sebenernya pengen ngajak Widya dan Yayang juga si, secara kita kan geng arisan (yang mana si iman ngotot bahwa dia adalah Tora nya), tapi kan Widya dan Yayang udah pada merit.. so daripada acara bekpeker diganti jadi acara hanimun colongan dan yang pasti bakal bikin ngiri kita2, jadilah lebih baik yang berangkat yang masi single2 ajah (walaupun dari awal Widya denger rencana ini, dia udah nguap2 si dengan kata2 tersirat "ah paling ngga jadi" hihihih).

Step ke 2 yang harus dipersiapkan adalah negara tujuan dan budget, dan setelah baca sana sini akhirnya walaupun belum bulat benar kita setuju untuk pergi ke 3 negara: singapore, thailand dan vietnam. Budgetnya adalah 5 - 7,5 juta untuk waktu sekitar 1minggu an.

Well, so far it looks like that everyting will goes smoothly..

Sampai suatu ketika datang email dari Iman yang melanggar hak2 kewanitaan: "gw tunggu kalian di Singapore aja yah"
Gleg, mentang2 lagi gaya punya project di Singapore dia bisa dengan mudahnya meninggalkan gw ma Nuri!! dia ngga tau apa gw dan Nuri itu kan wanita imut yang harus selalu dijagain :'(, apalagi perjalanan ke Singapore yang termurah harus lewat Batam. Hiks, nanti kalau nyampe Batam gw dan Nuri kesasar gimana? terus nanti kalau di Feri ada yang gangguin gw dan Nuri gimana? terus nanti kalau hak sepatu Nuri patah di tengah jalan gimana? (kekek yang itu ngga penting yah, eh tapi Nuri seriusan lho tetep mau pake high heels selama bekpekeran)

Buset deh tuh beruang gendut satu tega banget ma gw dan Nuri, tapi atas nama ibu Kartini yang sudah memperjuangkan emansipasi wanita.. gw ma Nuri ngga mau patah semangat, pokoknya bekpeker harus jadi!! huha huha huha, SEMANGAD!!

Tapi sayang, ternyata semangad itu hanya seumur jagung.. Nuri pun keok ketika harus berhadapan dengan perizinan orang tua nya. Dan dengan sangat menyesal Nuri pun mengundurkan diri dari acara bekpekeran karena dilarang oleh orang tuanya. Hiks.

Sekarang tinggalah gw seorang diri menatap passport kosong gw yang baru jadi dan berucap "Oalah passportku, semoga nasib mu ngga kaya SIM A, yang harus diperpanjang walaupun belum pernah dipakai. Ya allah, ya gusti, kasihanilah passport ini.. dia sudah minta di cap ya Allah".. dan gw percaya bahwa Allah maha mendengar doa hamba2 Nya. halaaaahhhhh, akhirnya kok tragis beginih :'(.

Yang ngga penting tapi penting

Setelah berdebat ngga penting tentang pentingnya nonton super soulmate show di Indosiar, akhirnya gw mencoba nonton acara favoritnya Nuri dan Widya (PS: mereka tiap pulang kantor nonton acara ini lho!!).

Nuri: Gila itu acara paling happening kali Nti sekarang
Widya: Tau Nti, bos gw aja juga nonton
(buset bos price ********** cooper nonton acara beginian)
Gw: Ya gw nonton juga siii tapi ya cuma selewatan gitu, paling cuma tau yang becandaan Ijah doang
Nuri: Ah yang itu mah kurang Nti, buktinya lu ngga tau yang "Sakiiittt" sama yang "Hepi bday" padahal itu kan dah lama banget
Widya: Kurang lama Nti nontonnya, jangan cuma selewatan gitu.. sejam dua jam lah minimal
Gw: *gleg*

Dan akhirnya demi sisterhood kita, gw bela2in lah selama seminggu ini nonton tuh acara dan akhirnya dari sinilah gw mengerti kenapa kita bisa bertahan lama dalam pertemanan kita, gw menemukan 1 persamaan penting kita: selera humor yang norak. Well, beleive it or not ternyata gw juga ketawa ngakak nonton acara ngga penting itu, dan sekarang akhirnya jadi jadwal wajib juga buat gw untuk nonton tu acara setiap abis pulang kantor. Haiyaaahhhhhh, Nur Wid ada ngga si tontonan yang lebih penting gituh??

BTW, Nur Wid.. lu dukung Bobby dan Bagus juga kan?? Ayo kita kasih keprok keprok dulu kekkeke.

May 12, 2008

Sale, @price: 100.000 idr!!!

Back Anjing_depan Wajah_1

May 08, 2008

Unconditional Love

Bakerizein, Plaza Indonesia  at ± 7.30 PM.

Ari: Nyokap gw nanya “kamu disana tinggal sama siapa aja?”, terus gw jawab “ya berdua aja..”, nyokap gw nanya lagi “berdua aja? Cuma Steve dan kamu?”, terus ya gw bilang lagi “iya, Cuma Ari dan Steve”. Dan tiba-tiba lu tau, nyokap gw ngeluarin cincin dan ngasih ini ke gw (sambil memamerkan cincin yang melingkar di jari manis kirinya)
Gw: Nyokap lu ngga nanya apa2 lagi Ri? Serius? Apa kek gitu yang penting2?
Sonya: Honey, itu yang namanya unconditional love 

Yah mungkin itu yang namanya unconditional love, bisa mencintai orang bagaimanapun kondisi orang itu. Tanpa menuntut banyak penjelasan, tanpa menuntut banyak pengorbanan, tanpa menuntut banyak pembuktian. Hanya satu yang membuatnya bahagia, yaitu bila melihat orang yang dicintainya bahagia.

Sudah lama sekali rasanya gw ngga ketemu sama sahabat2 SD gw ini. Dan sekarang, setelah hampir 10 tahun, kita niatin untuk makan malem bareng. Banyak sekali cerita yang di share sama 2 sahabat gw yang cerewet2 ini. Sebagian kecil ceritanya udah bisa gw tebak, tapi sebagian besar cerita lainnya ternyata cukup membuat gw menganga. Yeah, now I realize that we all have grown in our own ways, and finally it brought us to the situations just like we never known each other.

Ari yang bekerja di LSM internasional dan terang2an mengaku bahwa dirinya adalah GAY, Sonya yang wartawan majalah remaja dengan kahidupan yang juga Jakarta banget, dan gw yang bekerja di sebuah IT consultant yang kehidupannya in between (kalau ngga mau dibilang kuper :p)

“kenapa gw dari dulu ngga pernah memperlakukan dia bener2 sebagai laki2?”
“kenapa gw dari dulu lebih memperlakukan dia sebagai salah satu sahabat cewek gw, dan bukannya sahabat cowok gw?”
“kenapa gw dari dulu ngga menjaga komunikasi yang intens, sehingga bisa menguatkan dia di saat2 penting ketika mengambil keputusan dalam hidupnya”
“kenapa gw ngga bisa membantu dia melihat sisi lain hidupnya”  
Waduh kenapa-kenapa dan kenapa.. Yang jelas sekarang si, walaupun ari sudah memilih jalan yang berbeda dari gw, tapi satu yang pasti gw tetep sayang ari dan gw tetep mau ari jadi sahabat gw sampai kapanpun. Dan gw pengen ari tau itu.

Makan malam itu akhirnya lebih kaya gw wartawan yang sedang menyusun biography ari. Dia cerita panjang lebar tentang semuanya, dan gw berusaha menjadi pendengar yang baik. Walaupun gw sebenernya masih punya setumpuk pertanyaan lagi untuk dibahas. Jadi tersindir rasanya dengan konteks unconditional love nya mama nya ari hehehe. Salut banget deh Tante, gw kira yang kaya gitu Cuma ada di film2 doang.. ternyata..

Tapi hal lain yang gw perhatiin di malem itu adalah satu fakta bahwa gw ngga pernah melihat ari sebahagia ini. Kehidupannya yang sekarang sepertinya bisa membuat dia lebih mencintai hidupnya, menemukan titik kenyamanan terhadap dirinya sendiri. Walaupun sempat terselip pertanyaan, jujurkah ini semua atau Cuma usaha menipu hati kecil yang terus meraung? 

Entahlah dunia seakan bergerak ke arah lain yang tak tersentuh oleh gw, banyak hal yang masih tidak bisa gw mengerti. Gw kaya Cuma jadi penonton di pinggir lapangan mendengar cerita temen2 gw.

Dan yang pasti hanya bisa berharap agar kondisinya bisa membaik bagi semua, Amiin

May 07, 2008

Ketika Musim Berganti

My dear Widya and Lita,
Selamat ya kalian sudah (dan akan, a very coming soon) menggenapkan separuh dien
Tak terbayang, kalian tempat gw curhat, rasanya baru kemaren ketawa tiwi bareng eh sekarang sudah (dan mau) nikah

Pasti semuanya nanti akan beda
Sekarang ada keluarga, dan nantinya ada calon keluarga yang pasti akan (dan harus) diprioritaskan
Seperti Sari dan Elmi yang saat ini sedang cemas menanti lahirnya si buah hati
Ah Sar.. masih inget ngga kejadian kita lari2an abis ebtanas ngumpet dari tragedi Mei? sekarang mana bisa lu lari lebih kenceng dari gw dengan perut sebesar itu :))
Belum lagi si Elmi, yang udah overlapp lagi dengan kehamilan keduanya bypass gw, Yani, dan Mumun. Padahal dulu elo yang paling rajin sit up buat ngecelin perut Mi.. kok sekarang jadi perut lu yang paling besar diantara kita bertiga :))
Duh senangnya melihat kalian begitu bahagia, apalagi kalau si kecil nya sudah lahir pasti tambah bahagia lagi kaya si Putri yang ngga pernah bisa berhenti ngomongin Naila
Tapi kayanya walaupun masih berdua aja ngga mengurangi kebahagiaan, ya kan Yang? Yayang jangan patah semangat ya usahanya, nanti kalau dah pindah ke Tebet harus lebih giat lagi.. kan dah di rumah sendiri :)).

Hiks, sebenernya ada perasaan takut ditinggalkan sih,
tapi ditinggalkan kenapa? inikan bukan kompetisi,
Ada perasaan waktu akan merubah kita semua,
tapi bukannya memang semua harus berubah?
Apa yang harus ditakutkan? apa yang harus dikawatirkan?
Ini justru langkah besar kok buat kalian sahabat2 gw,
dan gw seneng bisa menjadi saksi melihat kehidupan kalian yang bermetamorfosis dari bahagia menjadi lebih bahagia
seperti juga yang saat ini lagi senyum2 menanti moment itu tiba; sabar Lisa, Agustus sebentar lagi kok :), dan lebih sabar lagi ya Vany.. Tahun depan udah hitungan bulan kok ;p.

Sementara gw? hmmm kapan ya saat itu tiba?
Tapi kayanya selama Nuri masi kekeuh dengan sifat work alcoholic nya dia, gw masi punya temen sepejuangan kok, wah akhirnya ada gunanya juga lu Nur :))

Whooaa, gw bakal ngangenin setiap moment dari hal-hal gila yang dulu pernah kita lakukan, tapi waktu tidak bisa menunggu, dan waktu tidak bisa berulang
Tapi yang pasti dulu dan sekarang, kalian tetep sahabat gw. Miss you all girls!!

May 06, 2008

Asa

Apa yang sedang Kau rencanakan?
Mengapa semua nya tampak begitu complicated untuk ku?
Apakah ini suatu cobaan lain?
Tidak ada kah secercah titik terang Mu?
Atau aku kah yang tak pandai menangkap isyarat Mu?

Aku tau bagai tak ada celah untuk ku bergerak
Aku tau semua pintu seperti tertutup
Tapi aku tau tak ada yang tak mungkin bagi Mu

Wahai Kau yang tak pernah membiarkan asa ku redup
Wahai Kau yang tak pernah bosan mendengar doa ku

jika ini yang terbaik bagi ku, mudahkanlah
mudahkanlah mudahkanlah mudahkanlah mudahkanlah
mudahkanlah mudahkanlah mudahkanlah mudahkanlah
semuanya bagi ku

Aku butuh keajaiban Mu

April 08, 2008

Self Denial

Si Full Mom: "Gila ya si X, masih aja mau tetep kerja, ngga mikir apa anaknya gimana. Gw aja baru ninggal 1/2 jam udah ngga tenang"

Si Wanita Karir: "Gila ya si Y, betah banget gitu di rumah aja seharian ngga ada kegiatan, ngga bosen apa? Buat apa cari ilmu tinggi2 kalau ngga dimanfaatin akhirnya, Lagipula jaman sekarang anak tuh semakin bangga kali kalau ibu nya berprestasi juga di luar"

si Istri: "Haduh aku besok ada acara sama suamiku, terus besoknya lagi mau imunisasi anakku.. mangkanya kamu cepet2 menikah dong, jangan kebanyakan pilih2"

Si Gadis: "Oh ya sudah kalau gitu ketemuan sekarang aja, gini nih enaknya belum nikah ngga perlu repot perizinan kemana2 kalau ada acara, bebas pergi kemana saja dan dengan siapa saja"

Entah hanya kesensitivitasan gw yang emang di atas rata2 saja atau memang ada makna terdalam yang perlu dipertanyakan ke relung hati si pelontar kalimat, tapi gw merasa bahwa kalimat2 diatas mengandung unsur "pembelaan diri" yang tidak perlu. Yang jika kemudian diterjemahkan secara stright maka kalimat2 diatas akan berubah seperti ini:

Si Full Mom: "Enak ya kamu, orang2 "menghargai" karena karir kamu sukses, bisa ketemu banyak orang, punya kesibukan ABCD.. ngga seperti gw yang kayanya aktivitasnya cuma berkutat dalam radius 5 Meter"

Si Wanita Karir: "Duh enaknya kamu jam segini masih bisa main sama anak, dan ngga perlu punya double tanggung jawab, masi punya waktu pula untuk perawatan diri"

si Istri: "Duh pengennya ketemuan sama teman2, nostalgia gila2an kaya jaman dulu, tapi mana mungkin bisa begitu sekarang family always take the first priority"

Si Gadis: "Huuh kapan ya gw nikah, kayanya semua orang sudah sibuk dengan keluarganya masing2. Masih untung ini ada teman yang senasib, tapi ngga tau deh beberapa bulan lagi apa masih ada yang sama2 belum menikah juga"

Masing-masing mencoba bertahan untuk menguatkan diri bahwa pilihannya adalah benar dan bahwa dia ingin menunjukkan kebenaran itu kepada seseorang yang kebetulan tidak memihak pada pilihan yang sama. Padahal sebenarnya, sesungguhnya, apa yang ada disana hanyalah jiwa rapuh yang sedang merutuki keadaannya. Mungkin untuk sesaat atau bahkan selamanya.

Perlu waktu memang untuk bisa jujur pada diri sendiri ketika menjawab pertanyaan ini. Terlebih jika kalian termasuk orang yang gengsian (kaya gw!:(), pantang rasanya orang tau betapa menyedihkannya keadaan kita di suatu masa. Tapi percayalah semua orang pasti pernah mengalami keadaan ini, dan percayalah bahwa suatu keadaan yang "too good to be true" tidak pernah terjadi.

Salut buat orang-orang yang berani head up dengan mengatakan keadaan yang sesungguhnya, walau bukan untuk mengeluh berkepanjangan.

I hate for being Javanese

Maaf kalau tulisan ini nantinya dianggap tulisan paling rasis sedunia, ini hanya klunek (keluhan dan unek2) ngga penting dari seorang anti, bukan siapa2.

Instead of the fact bahwa gw orang jawa timur tulen, maka gw akan lebih suka bilang bahwa gw adalah orang Jakarta (bukan betawi red.). Bukan maksud mau sok 'kota', tapi bagaimana mungkin gw bisa mengaku orang jawa kalau gw ngga bisa ngomong bahasa jawa, dan bagaimana mungkin gw bisa mengaku orang jawa kalau gw ngga bisa ngerti tata adat istiadat jawa, dan bagaimana mungkin gw bisa mengaku orang jawa kalau gw ngga pernah bisa tahan stay dan mingle terlalu lama di jawa.

But anyway. bukan itu yang menjadi masalah gw sekarang. Yang paling terasa mengganggu dengan menjadi seorang Jawa adalah kentalnya budaya ewuh pekewuh. Gw sebel banget sama orang yang di depan ngangguk ngangguk tapi di belakang nya ngedumel, well okay memang ngga semua hal bisa diselesaikan dengan berbicara but once you have decided not to talk straight foward to the person you have problem with, please make sure that you dont talk about that problem to someone else. Because believe me, that stuff is not works!! $#%&)^

ARghhhsdggt kesel banget gw kalau udah begini. hopefully nanti kalau gw sudah berkeluarga, gw bisa meng eliminir kebiasaan ini untuk menurun ke generasi selanjutnya. gw pengen keluarga gw nanti adalah keluarga yang bisa berkomunikasi dengan baik, karena hanya dengan begitu rasanya semua masalah bisa terselesaikan.

Kembali ke kota 1001 keluhan

Tak terasa (Well, okay: terasa banget) bahwa gw sudah 8 bulan pergi merantau, dan kabar baik bahwa sejak hari ini gw akan resmi menjadi warga Jakarta tercinta lagi, yay!! 

Seneng sih, tapi jujur kehidupan Soroako membuat gw menjadi susah untuk kembali ke kehidupan Jakarta; berkutat kembali dengan kemacetan tiada bersolusi, banjir tahunan, polusi tingkat tinggi, manusia2 bermuka masam, dan segala tetek bengek khas Jakarta lainnya.

Apalagi jika ditambah dengan perbandingan fasilitas yang didapet di Soroako; Misal karena disana terbiasa kemana2 naik mobil pribadi maka kendaraan umum di Jakarta rasanya seperti siksaan maha dashyat buat gw; hawa panas tidak ber AC, dempet2 bau keringet ngga jelas, bersusah payah berlari mengejar ketinggalan, membuang waktu untuk menunggu nge team, rasa was2 takut kecopetan, dan masiiih banyak yang lainnya. Akibatnya kalau 8 bulan yang lalu, taxi masi menjadi sebuah kendaraan exclusive buat gw, tapi sekarang?? Gw ke Jams aja naik taxi :(. Huuu ngga heran deh kenapa korupsi merajarela. Orang yang sudah terbiasa hidup enak pasti ngga akan tahan untuk hidup merakyat, dan orang yang terbiasa hidup merakyat pasti setengah mati berusaha untuk bisa hidup enak.

Selain udah ngga tahan nge bis, gw sekarang jg ngga tahan lama2 ngga ber AC, ngga tahan untuk ngga beli laptop, dan ngga tahan untuk ngga MAKAN enak, paraaaaaaahhhhhhh!!

I have to get my normal live back! Atau gw akan otomatis masuk ke dalam komunitas orang dengan 1001 keluhan, and I will really hate my self then.

Go live

H-1
Yup, besok aplikasi kami insyaalah go live. Lot of things to do. Lot of things have been done. Semoga semuanya bakal baik2 saja, being honest i little bit nervous today.

H
Alhamdulillah telah lahir aplikasi kami yang kami beri nama PTI Integrated Reporting Gate 2 pada hari Senin, 24 Maret 2008 pukul 11 WITA dalam keadaan baik. Semoga dia bisa menjadi aplikasi yang berguna bagi orang banyak dan tidak menyusahkan kami lagi. Amin.

---------------------------------------------------------------------------------

comment:

- Alhamdulillah barakallah, untung ngga aborsi lagi
- Waa selamat ya, semoga kelahiran si kecil bisa bermanfaat bagi orang lain. Amin. Ikut senang ya Ti..
- Alhamdulillah:)
- Semoga ngga banyak bug nya. Ditunggu makan2nya.
- Akhirnya.. jadi juga. Selamat ya, kalian memang ortu yang baik
- Hati2, ngelahirinnya sih emang susah tapi ngejaganya lebih susah lagi lhoo
- Kalau udah dilahirin tapi ngelunjak alias banyak bug nya, dibunuh aja
- Lahir beneran atau cuma lahir lahir an nih?

Belajar Memaafkan

"Meminta maaf tidak harus berarti mengaku salah", tetapi meminta maaf berarti "apapun itu, mari kita buat semuanya menjadi lebih baik", tidak perduli siapa yang salah atau apa yang menjadi masalah, yang terpenting hanyalah bagaimana membuat keadaan menjadi jauh lebih baik. Haddduuuhh damainya bumi ini kalau semua orang begitu.

Mencari jalan pulang

Ifnu: “Hanya sedikit yang kita perlukan untuk bertahan hidup, sisanya hanyalah untuk kesombongan” (taken from forest gump – katanya)

Chattingan panjang dengan Ifnu dan Hendra membuat gw jadi benar2 merasa gw harus menemukan “jalan pulang” kembali.

Yes, u r totally right Nu, I do all this stuff only for my pride. Terimakasih, sudah membantu gw melihat lebih jelas terhadap apa yang telah gw lakukan. And it is time for me to reorganize my self. 2008, and I would like to called it as the year of change.

March 03, 2008

Obrolan karyawan stress

Semua situasi ini adalah kisah nyata dan dibicarakan dalam nada serius, tidak bercanda.

Situasi 1:
x: Ha? hari minggu kita libur? Horeee... hari minggu kita libur!!

Situasi 2:
x: eh si A kemana?
y: didalam tuh lagi dicambuk G

Situasi 3:
x: Waduh si V ketinggalan ya?
y: Gawatt, kita harus segera melakukan operasi pembebasan dia dari 805, semua siap siaga ya; ada yang stand by di mobil, ada yang ngambil tas nya, ada yang melindungi dia supaya ngga keliatan, dan ingat jangan sampai ketahuan kalau dia mau kita ajak pulang

Situasi 4:
x: Pantai nya menyusut..
y: Iya sepertinya ada yang bocor, itu B lagi nyelam buat ngecek bocor nya dimana

Situasi 5:
x: Ini motor ko parkir di tempat mobil!
y: Namanya juga Soroako, atau mungkin yang punya ngga tau kali yang itu namanya motor bukan mobil

Situasi 6:
x: hadoooh tadi si G ngomong apaan si, cepet banget gw jadi ngga ngerti
y: mangkanya sering2 nonton dvd dong, itung2 belajar listening kan
x: wah kalau itu mah gw juga udah sering, tapi biasanya gw nontonnya yang ada text nya jadi tadi pas si G ngomong gw udah ngeliatin ke bawah mulu tuh tapi kok text nya ngga muncul2 ya?

Situasi 7:
x: hari ini kita pulang cepet yuks
y: yippie pulang cepet (jam menunjukkan pukul 9 malam)

Situasi 8:
x: minum apa lu Ces? Obat ya?
y: minum racun gw
x: wah bagi dong ces.. lu minum racun ko ngga ngajak2 sih!

Situasi 9:
x: Lama2 kalau dilihat si "Megaloman" itu cantik juga ya..

Situasi 10:
x: eh, hari apa sekarang?
y: hm. hari rabu....
x: bukannya hari selasa?
y: ye.. sekarang sih rabu.
x: bukan selasa ya...?
y: bener ah hari rabu...
x: oiya ya.. bener hari rabu.

setelah beberapa saat. y ngecek hp.
y: hehehehe..  sekarang hari selasa dink!
Gubrak! (tanda2 karyawan stress misstime dimension)

Situasi 11:
x: Wah enak ya lu dah ngga disini lagi
y: Enakan disitu lagi, setidaknya masih punya duit buat ke dokter kalau lagi begini
x: Lho emangnya lagi sakit apa?
y: Sakit jiwa

January 18, 2008

Lagi lagi romantis

Ajeng isteriku,
manusia terkuat yang pernah ku kenal
terima kasih untuk rumah terindah yg pernah aku tempati
terima kasih untuk memberi maaf sebelum aku meminta
terima kasih untuk bersabar sampai aku tahu
kalau hal-hal terbaik dalam hidup tidak memerlukan uang
seperti bunyi suara mu yg selalu setia menuntunku pulang ke hatimu
rumahku yang terindah

Suamimu,
Marwan

(taken from '9 Naga')

January 11, 2008

Dream of the Day

Tiba-tiba di Inbox gw ada kode booking online tiket

pesawat PP rute JKT - Singapore untuk bulan Maret 2008.

Dengan pesan,

I want to make up my mistake. So, see u there.

Regards,

-x-

January 09, 2008

Hmm..

Sebuah Renungan: apakah benar seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian, selalu.?

Terinspirasi oleh meninggalnya Bhutto dan Munir dan orang-orang lain yang meninggal karena tidak pro pemerintahan.

By: Arief Budiman (dikutip dari kata pengantar di buku LP3S soe hok gie)

...

Saya ingat, sebelum meninggal pada bulan Desember 1969, ada satu hal yang pernah dia bicarakan dengan saya. Dia berkata: "Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan yang sejenisnya lagi. Makin lama, makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Apa ini bukan semacam onani yang konyol? Kadang-kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian"

Saya tahu mengapa dia berkata begitu. Dia menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang-kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat-surat kaleng yang antara lain memaki-maki dia sebagai "Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negri mu saja". Ibu saya sering gelisah dan berkata: "Gie, untuk apa semuanya ini. Kamu hanya mencari musuh saja, tidak mendapat uang". Terhadap Ibu dia cuma tersenyum dan berkata "Ah, mama tidak mengerti".

Kemudian dia juga jatuh cinta dengan seorang gadis. Tapi orang tua nya tidak setuju - mereka selalu dihalangi untuk bertemu. Orang tua gadis itu adalah seorang pedagang yang cukup kaya dan Hok Gie sudah beberapa kali berbicara dengan dia. Kepada saya, Hok Gie berkata: "Kadang-kadang, saya merasa sedih. Kalau saya berbicara dengan ayahnya si ..., saya merasa dia sangat menghargai saya. Bahkan dia mengagumi keberanian saya dalam tulisan-tulisan saya. Tapi kalau anaknya diminta, dia pasti akan menolak. Terlalu besar resikonya. Orang hanya membutuhkan keberanian saya tanpa mau terlibat dengan diri saya". Karena itu, ketika seorang temannya dari Amerika menulis kepadanya "Gie seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian, selalu. Mula-mula kau membantu menggulingkan suatu kekuasaan yang korup untuk menegakkan kekuasaan lain yang lebih bersih. Tapi sesudah kekuasaan baru ini berkuasa, orang seperti kau akan terasing lagi dan akan terlempar keluar dari sistem kekuasaan. Ini akan terjadi terus-menerus. Bersediakah menerima nasib ini, kalau kau mau bertahan sebagai seorang intelektual yang merdeka: sendirian, kesepian, penderitaan". Surat itu dia tunjukkan kepada saya. Dari wajahnya saya lihat dia seakan mau berkata: Ya, saya siap.

Dalam suasana seperti inilah dia meninggalkan Jakarta untuk pergi ke puncak Gunung Semeru. Pekerjaan terakhir yang dia kerjakan adalah mengirim bedak dan pupur untuk wakil-wakil mahasiswa yang duduk di parlemen, dengan ucapan supaya mereka bisa berdandan dan dengan begitu akan bertambah cantik di muka penguasa. Suatu tindakan yang membuat dia tambah terpencil lagi, kali ini dengan beberapa teman-teman mahasiswa yang dulu sama-sama turun ke jalanan pada tahun 1966.

Ketika dia tercekik oleh gas beracun kawah Mahameru, dia memang ada di suatu tempat yang terpencil dan dingin. Hanya seorang yang mendampinginya, salah seorang sahabatnya yang sangat karib, Herman Lantang.

Suasana ini juga yang ada, ketika saya berdiri menghadapi jenazahnya di tengah malam yang dingin, di rumah lurah sebuah desa di kaki Gunung Semeru. Jenazah tersebut dibungkus oleh plastik dan kedua ujungnya diikat dengan tali, digantungkan pada sebatang kayu yang panjang. Kulitnya tampak kuning pucat, matanya terpejam dan dia tampak tenang. Saya berpikir: "Tentunya sepi dan dingin terbungkus dalam plastik itu".

Ketika jenazah dimandikan di rumah sakit Malang, pertanyaan yang muncul dalam diri saya ialah apakah hidupnya sia-sia saja? Jawabannya saya dapatkan sebelum saya tiba kembali di Jakarta.

Saya sedang duduk ketika seoarang teman yang memesan peti mati pulang. Dia tanya, apakah saya punya keluarga di Malang? Saya jawab "Tidak, Mengapa?" Dia cerita, tukang peti mati, ketika dia ke sana bertanya, untuk siapa peti mati ini? Teman saya menyebut nama Soe Hok Gie dan si tukang peti mati tampak agak terkejut. "Soe Hok Gia yang suka menulis di koran?" dia bertanya. Teman saya mengiyakan. Tiba-tiba, si tukang peti mati menangis. Sekarang giliran temen saya yang terkejut. Dia berusaha bertanya, mengapa si tukang peti mati menangis, tapi yang ditanya terus menangis dan hanya menjawab "Dia orang berani. Sayang dia meninggal".

Jenazah dibawa oleh pesawat terbang AURI, dari Malang mampir ke Yogya dan kemudian ke Jakarta. Ketika tiba di Yogya, kami turun dari pesawat dan duduk-duduk di lapangan rumput. Pilot yang mengemudikan pesawat tersebut duduk bersama kami. Kami bercakap-cakap. Kemudian dia bertanya, apakah benar jenazah yang dibawa adalah jenazah Soe Hok Gie. Saya membenarkan. Dia kemudian berkata: "Saya kenal namanya. Saya senang membaca karangan-karangannya. Sayang sekali dia meninggal. Dia mungkin bisa berbuat lebih banyak, kalau dia hidup terus". Saya memandang ke arah cakrawala yang membatasi lapangan terbang ini dan hayalan saya mencoba menembus ruang hampa yang ada di balik awan sana. Apakah suara yang perlahan dari penerbang AURI ini bergema juga di ruang hampa tersebut?

Saya tahu, dimana SOe Hok Gie menulis karangan-karangannya. Di rumah di Jalan Kebon Jeruk, di kamar belakang, ada sebuah meja panjang. Penerangan listrik suram, karena voltase yang selalu turun kalau malam hari. Di sana juga banyak nyamuk. Ketika orang-orang lain sudah tidur, seringkali masih terdengar suara mesin tik dari kamar belakang Soe Hok Gie, di kamar yang suram dan banyak nyamuk itu, sendirian, sedang mengetik, membuat karangannya. Pernahkah dia membayangkan karangan tersebut akan dibaca oleh seorang penerbang AURI atau seorang tukang peti mati di Malang?

Tiba-tiba, saya melihat sebuah gambaran yang menimbulkan pelbagai macam perasaan di dalam diri saya. Ketidakadilan bisa merajarela, tapi bagi seorang yang secara jujur dan berani berusaha melawan semua ini, dia akan mendapat dukungan tanpa suara dari banyak orang. Mereka memang tidak berani membuka mulutnya, karena kekuasaan membungkamnya. Tapi kekuasaan tidak bisa membungkam dukungan itu sendiri, karena betapa kuat pun kekuasaan, seseorang masih tetap memiliki kemerdekaan untuk berkata "Ya" atau "Tidak", meskipun cuma di dalam hatinya.

Saya terbangun dari lamunan saya ketika saya dipanggil naik pesawat terbang. Kami segera akan berangkat lagi. Saya berdiri kembali di samping peti matinya. Di dalam hati saya berbisik "Gie, kamu tidak sendirian". Saya tidak tahu apakah Hok Gie mendengar atau tidak apa yang saya katakan itu.

Suara pesawat terbang mengaum terlalu keras.

December 13, 2007

Kasta Tersirat

Hua kebetulan kemaren baca2 tulisan lama, dan menemukan curhatan kecil ini yang belum sempet gw posting. Please, check this out.

----------------------------------------------------------------------------------

Kesel mode: ON

Pagi hari yang tidak indah hampir selalu diawali dengan mengantri lift di kantor. Tepat seperti apa yang gw lakukan hari ini. Jam menunjukkan pukul 08.20 pagi, hanya 10 menit lebih cepat dari jam masuk yang seharusnya tapi entah mengapa tidak begitu banyak orang mengantri lift pagi ini seperti hari hari biasanya. Berdiri disamping gw kurir tiki, dhl, or something like that lah dengan tas besarnya yang berisi dokumen2 penting yang harus dia distribute. FYI, gw awalnya tidak begitu memperhatikan dia, sampai kemudian dateng seorang satpam yang melakukan hal yang rude banget.

Satpam: "Mas, maaf lift barang di sebelah sana" 
Kurir: "Tapi saya kan ngga bawa barang banyak Pak"
Satpam: "Iya, tapi lift ini khusus pegawai dan tamu Pak"
Kurir: "Tapi kan.."
Satpam: "Nanti takutnya mengganggu yang lain Mas, itu lift barangnya disitu, ngga jauh ko"
Kurir: "Argh.."

Kalau saja gw bukan orang baru disitu, pasti udah akan gw omel2in tuh satpam, dia sekolah ngga si? sampe ngga bisa mengerti bahasa indonesia. Menurut terminologi bahasa indonesia yang baik dan benar, jika dua kata benda disatukan maka kata tersebut akan membentuk pola DM (Diterangkan Menerangkan), artinya kata kedua selalu akan berfungsi untuk menerangkan kata yang pertama.

Contoh:
- Rumah Sakit artinya rumah untuk orang yang sakit
- Rumah Makan artinya rumah untuk orang yang mau makan
- demikian juga dengan Lift Barang artinya lift untuk barang atau orang yang membawa barang

Dan secara logika gw yang sederhana, ada beberapa alasan kenapa lift barang perlu dipisahkan dari lift umum.
- Lift barang biasanya dibuat sangat besar, sehingga bisa menampung banyak barang dalam berbagai ukuran dalam sekali angkut, misal ngangkat2 perabot
- Sangat dimungkinkan orang butuh berkali2 naik turun untuk mengangkat barang yang banyak ke suatu tujuan (saking banyak nya barang tersebut), misal nganter katering
- Barang terkadang kondisinya "tidak bersih", misal membawa alat2 pembersih ruangan seperti pel2an dsb.

Dalam kondisi tersebut memang akan sangat mengganggu sekali jika mobilitas mereka digabungkan dengan pemakai lift umum. Tapi ini petugas DHL getuh, tidak membawa barang yang banyak memakan ruang, tidak pula mengganggu penumpang lift lainnya. Tapi kenapa dia tidak boleh naik lift umum??

Apakah karena dia bukan pegawai atau tamu? apa bedanya dia dengan pegawai dan tamu? Hmm, malah sebenernya dia itu adalah tamu, karena (lagi2) menurut terminologi bahasa indonesia yang baik dan benar, tamu adalah orang asing yang berkunjung ke kediaman kita. So dalam hal ini, apapun dia selama orang itu bukan orang yang bekerja di gedung itu, maka dia pantas disebut sebagai tamu, dan dia berhak untuk mendapatkan perlakukan seperti tamu, tidak terkecuali untuk si kurir tersebut.

Tapi kejadian lebih menyakitkan ternyata terjadi di tempat yang lain, di sebuah kantor di bilangan Meruya.

Jam pagi itu menunjukkan pukul 09.10. Sepuluh menit sudah gw telat untuk memulai tes gw di kantor tersebut. Tergopoh2 gw berlari mencoba mengejar keterlambatan gw ditemani oleh seorang asisten rumah tangga nyokap gw yang setia, Inah namanya. Sampai di lobi, biasa lah, ada prosedur "tamu wajib lapor 1x24 jam" ke meja receptionist untuk menukarkan KTP gw dengan kartu "visitor".

Receptionist: "Pagi Mba, ada yang bisa saya bantu?"
Gw: "Saya mau ke lantai X Mba"
Receptionist: "Oh, mau tes ya Mba?"
Gw: "Iya, can you be little bit faster Mba, saya sudah telat ini"
Receptionist: "Ok, ini kartu visitornya Mba"
(dia cuma memberi 1 kartu visitor)
Gw: "Yuk, Nah.."
Receptionist: "Maaf mba, kalau ngga ada kepentingan dia ngga boleh naik ke atas"
(sambil menunjuk Inah)
Gw: "Loh tapi kan dia bersama saya"
Recptionist: "Iya, tapi begitu peraturannya"
(Ooh mungkin di atas ngga ada lobinya kali ya, atau ngga ada ruang tamu jadi ngga ada tempat duduk, pikir gw dalam hati)
Gw: "Ya sudah Nah, kamu tunggu disini aja ya.. duduk disitu aja, aku paling lama 3 jam"
(Sambil menunjuk salah satu tempat duduk di lobi)
Receptionist: "Maaf mba, tapi dia tidak boleh duduk disitu, kalau mau dia bisa duduk di tempat tunggu supir di luar"
Gw: "Maksud mba apa si? kenapa dia ngga boleh duduk disitu, itu kan bangkunya kosong"
Inah: "Udah Mba, ngga papa"
Receptionist: "Iya tapi itu buat tamu yang nunggu mobil Mba"
Gw: "Oh ya? saya baru denger, sejak kapan ada orang yang ngga boleh duduk di lobi"
Inah (dengan muka melas dan hampir mau nangis): "Udah Mba, naik cepet udah telat 1/2 jam Mba"
Gw: "Ngga bisa gitu Nah"
Inah (semakin memelas): "Udah Mba, saya malu"
Gw: "Ya sudah Nah, terserah kamu mau duduk dimana, disitu juga gpp, aku naik dulu ke atas"

Rasanya pengen gw membatalkan tes saat itu juga dan pulang bersama Inah, ngga enak rasanya kalau nantinya harus bekerja ke perusahaan yang tidak bisa menghargai orang, tapi rasanya ngga fair juga karena biasanya pengelola gedung memang tidak mempunyai korelasi dengan tenant yang ada di dalamnya.

Kalau saja si recptionist tau betapa berarti nya Inah buat gw, tidak sepantasnya dia berbuat gitu sama INah. Inah, the one yang membangunkan gw pagi itu, yang membuatkan gw sarapan dan membungkusnya karena tau gw pasti terburu-buru, yang menemani gw jam 6 pagi ke UKI, yang memberikan gw kekuatan untuk berani menusuri daerah meruya yang gw ngga kenal sama sekali dengan menggunakan angkutan umum, yang menemani gw tersasar ke bebrapa tempat, dan yang menemani gw berjalan sekitar 1km di tengan hujan semi lebat, di hari itu, demi perjuangan mencari kerja. Dan lihatlah perlakuan apa yang dia dapat dari si orang ngga penting, yang menyebut dirinya receptionist. And FYI, akhirnya pun gw menolak kerjaan itu setelah diterima, walaupun dengan alasan yang lain.

Aghhh tidak tahu kah kau kawan, dunia akan lebih indah jika tidak ada kasta, walaupun itu dalam makna yang tersirat. Aku tahu kawan, mungkin kau pun terpaksa berbuat seperti itu karena itu peraturan perusahaan, tapi tidak kah kau punya hati nurani? Menyakiti hati sesama saudara, begitukah caramu diajarkan bersikap oleh perusahaan?

Kepada pada pemilik gedung, kepada para management gedung, ini kah hasil didikan kalian? Tidak malu kah kalian melihat kelakuan anak didik kalian?

Notes: Gedung dalam cerita 1 adalah gedung MITRA, gatsu 14. Gedung dalam cerita 2 adalah gedung Kawan Lama, Meruya, Kebun Jeruk.

Cruel Intention

Called me naif, tapi mungkin ngga sih ada orang yang hari ini memanggil lu dengan "sayang" dan kemudian tepat di hari berikutnya dia mendadak lupa sama lu, hmm let me describe it more clearly, bukan lupa tepatnya tapi bener2 kaya seakan2 dia ngga pernah kenal lu. Well, i am not that kind of person, but i know that there is one person that can do such a cruel thing perfectly.

December 12, 2007

Banker vs Programmer

Akhirnya 1 novel terselesaikan juga (dalam waktu 2hari di jakarta). Seperti yang udah pernah gw bilang sebelumnya, entah kenapa gw jadi sangat maniak baca (dan nulis) kalau di jakarta. Beda banget dengan di soroako. Hmm anyway, novel yang gw baca kali ini adalah novel nya ika Natassa "a very yuppy wedding", biasa banget sih ceritanya, just like another cinderella story.

Tapi untuk teknik penulisannya lumayan lah, at least bisa membuat gw untuk tetap membaca buku itu sampai habis (karena gw adalah tipe orang yang tidak akan mau membuang waktu gw untuk membaca sebuah buku yang menurut gw ngga bermutu, even gw sudah menghabiskan uang gw untuk membeli buku itu).

Membayangkan kehidupan banker seperti yang diceritakan Ika (which is she is really a real banker in her real world :D) sebenernya ngga terlalu susah buat gw, karena bokap gw juga adalah seorang yang mendedikasikan 26 tahun hidupnya bergelut di bidang perbankan. Walaupun pada kenyataannya kehidupan kita (gw dan keluarga gw) kayanya ngga se marvelous seperti yang diceritakan ika deh, because the fact is we are still life in a normal live, we are not being a member of red carpet society who live in an apartment and still have (a) house in pondok indah or using a BMW and still have (a) mercy in our garage :D, We even do not have a close relation with all the brand that ika wrote in her novel.

Hmm just trying to looked back to my personal life then. Gila beda banget ya kehidupan antara banker dan programmer. Thanks to God that i can still use my sneakers (bahkan sekarang gw pakai boot (safety shoues)) ke kantor, instead of using the stiletto (bener ga si spelling nya?), belum lagi such a silly make up things, come on.. kita kan kerja pakai otak bukan pakai muka, gw ngga akan rela menghabiskan waktu berjam2 cuma untuk ngeblow rambut gw supaya semua masuk ke dalam atau menampilkan efek "keriting gantung" (secara gw juga udah berkerudung si sekarang :p) atau menyiksa mata gw untuk dipakaiin soft lens, berteriak mengaduh untuk mencabut alis atau bahkan yang lebih konyol lagi menghabiskan waktu untuk memilih lipstick mana ya hari ini yang cocok sama baju gw. Hahahha.

Tapi kalau masalah chalenging job si, wah kayanya dia harus nyoba masuk dulu nih ke kantor gw yang sekarang. Ngerasain duduk di hot seat sebuah project, bisa jadi novel yang tadinya cuma 200 lembar an berganti ke 1000 lembar cuma untuk menggambarkan suka duka nya kehidupan disini. Hehehhe. Tapi bener lho, lu ngga akan bisa membayangkan bagaimana cara kerja orang2 IT di project unless lu involve didalamnya sebagai pemain. Banyak hal yang bisa di dapet, ngga cuma dari sisi kemampuan secara technical aja tapi lebih dari itu, softskill bener2 di uji, terutama yang berkaitan dengan management emosi dan kemampuan bekerja dengan team. Duluuuu dari tk sampe kuliah, gw bener2 ngga merasa punya masalah dengan 2 hal yang gw sebutkan di atas, tapi sekarang.. wah makin berasa banget deh kalau sebenernya itu justru part terberat yang harus gw tingkatkan terus selama gw di sini (well selama hidup gw actually). Mungkin beberapa postingan gw juga dah pernah sekilas2 ngebahas yang kaya ginian. Hopefully si, satu harapan gw, gw bisa selalu menjadi orang yang lebih baik terus =D.

Dan finally, kalau yang ditanya adalah masalah angka yang masuk ke rekening tabungan, itu tergantung banget dengan project apa yang lagi diassign, karena masing2 client punya ketentuan yang beda2. Kalau pas lagi kebagian dapet client di perusahaan tambang, biasanya disesuaikan juga sama dengan kesejahterahan orang2 tambang (which is dah tau kan di range berapa? :P). hehehe.

So sekarang pada mau milih yang mana nih? hehehe.

5 Facts about Soroako

1. Tidak ada lampu merah
2. Tidak ada angkot
3. Sering gerimis, tapi jarang hujan besar
4. Tidak ada pengemis
5. Soroako itu ternyata bukan nama kecamatan, bukan nama desa, bukan nama kota, bukan nama kabupaten, apalagi nama propinsi, jadi Soroako itu sebenernya nama apa ya?

Note: Mungkin hendra apa yang mau ditambahkan? :p

Do Not let them to treat you like a woman

"Do Not let them to treat you like a woman"

Once in my annual meeting, my bule bos said that sentance to me, which really surprised me a lot.

"I am sorry Pak, why you said like that? Do you have any objection if they treat me like a woman? because i am a woman."

"No, I just want u to perform as a brillian consultant who have a big confidance when handling user. Please show them how you can use your brain to discuss with them, show them how smart are you, so they will not threat you like an ordinary woman who just can cook and clean the house"

OMG GTL, this is 21 century and i amazed that there is still a people, like you, who have such a kind of opinion. I thought it is better if i introduce you to Ibu Kartini which was lived in the years around 1800, the one who have the same thought with u.

Plangi, Senci, PS, Ambas, PGC ..

What a wonderfull life, yeah akhirnya gw balik juga ke peradaban :D (peradaban mean mall :p).

Hari pertama dateng langsung meluncur ke plangi, ada dua acara sudah menanti.. acara pertama adalah sesi curhat 3 wanita karir yang cerdas dan menarik, which is itu refer ke gw, nuri, dan widya (huehehhe), acara kedua adalah sesi hiburan yang dimeriahkan dengan kehadiran seorang beruang, which is itu refer ke iman :D.

Hari kedua adalah hari belanja bersama keluarga di Ambas, borong vcd BIG LOVE (bajakan ups:(), dan of course baju, nyari sepatu juga si tapi ternyata ngga ada nomernya :(.

Hari ketiga masi semangat belanja, tapi karena hari itu schedule gw bener2 tight akhirnya cuma bisa ke PGC doang, setelah itu refleksi ke era sehat dan baru ke kantor karena dah kadung janjian sama mas danny dan pak irving, malemnya makan burger king sama Mas di Senci (burger king, kapan kau buka cabang di soroako?).

Hari keempat udah bikin janji khusus untuk konsultasi dengan bu dokter Vany di PS all day long,

dan hari terakhir dihabiskan untuk ngurusin PA dan BT di kantor (help me Pak Irving naikin gaji saya please :p), dilanjutkan dengan makan sore dengan ibu hamil (which is itu refer to elmi) di plangi (again plangi) dan Mas (again dengan Mas).

Then here i am, duduk disini lagi, melototin kotak-kotak ngga jelas di excel yang bahkan gw ngga inget lagi gunanya ini semua buat apa sih.. :(, life is not wonderfull anymore for the next 4 weeks. But yeah, my account still need to be fulfilled. There must be a price to be paid for all the stuff in Plangi, Senci, PS, Ambas, and PGC.. right?

What a good team leader should be?

- Selalu bisa mengontrol emosi bagaimana pun kondisinya

- Bertanggung jawab terhadap kerjaannya, misal dengan tidak pernah menunjukkan muka BT atau berkeluhkesah betapa ngga enak nya pekerjaan dia

- Siap sedia menjadi bamper dan melindungi team dari serangan2 luar

- Menciptakan semangat optimis sampai di titik-titik terakhir

- Berpikir secara bijak

- Jangan curhat yang bisa menyakiti orang lain, sebel sama si ini lah si itu lah

- Tulus dalam berbagi ilmu dan helpfull, jangan cuma bisa merintah doang

- Selalu humble ke semua team member dan meng appriciate kerjaan mereka sehingga suasana team bisa selalu kompak

- Tidak menyuruh melakukan hal yang dia sendiri bahkan tidak mau melakukan

What a good team member should be?
hehehe no comment deh, because i know that i still have not that criteria :D

Itu mengapa kita punya 2 telinga dan 1 mulut..

Supaya kita bisa lebih banyak mendengar daripada berbicara.
This is one of my important lesson that i have learnt in here.
That i should watch out my mouth, and do not ever try to make someone else sad or angry again.

December 07, 2007

A page dedicated to my best friend

218994237l Hmmf habis grab foto ini di FS vany, jadi melayang2 deh pikirannya.. membersihkan sarang laba2 yang sudah bercokol di kepala untuk mengais-ngais memori gw ke suatu masa di sekitar tahun 1998 an.

Meet me, Anti versi remaja, how do I describe my self? Tidak ada yang istimewa, bener2 hanya seperti layaknya banyak remaja yang lain, yang istimewa menurut gw malah justru orang-orang yang ada di sekitar gw, yaitu sahabat2 gw yang senantiasa ada di samping gw di saat sedih dan senang, terutama Vany, makasih banget ya Van we have already through all the things together, really really really miss u :(.

About Vany.. Hmm Vany. Banyak orang bilang kita mirip, padahal kita ngerasa amat sangat ngga mirip, tapi anyway kita udah mulai bisa memaklumi banget kalau orang sering ketuker, sebenernya sih simple aja untuk ngebedain kita... Vany itu lebih mirip ke Mona Ratuliu sementara gw lebih mirip ke Feby Febiola (Halah.. hueheheh). Yang pasti si dia ini sahabat gw banget yang ngga akan pernah tergantikan. Kedekatan gw sama dia tergolong unik, karena sebenernya kita adalah dua pribadi yang berbeda tapi somehow bisa nyambung, misalnya:

Vany itu pinter sedangkan gw lebih cenderung rajin --> Dia akan heran banget kalau ngeliat gw kemana-mana bawa buku dan ngga pernah absen dari les.. sementara dia yang lebih sibuk pacaran dan belanja tapi kalau setiap ulangan ko nilainya sama melulu ya atau malah kadang dia sering lebih tinggi :(.

Vany itu tenang sedangkan gw panikan --> Dalam situasi apapun ngga pernah gw liat Vany deg2an nervous, mau dia ngga ngerjain PR kek, mau tiba2 ada ulangan mendadak kek, mau disuruh maju ngerjain soal kek, bahkan pernah hampir ketahuan selingkuh pun ngga nervous (Ups.. sorry Van :)).

Vany itu boros sedangkan gw lebih suka dikatakan hemat (instead of pelit:)) --> Vany akan lebih suka pulang sekolah naik patas ac atau bajaj malah terakhir2 lebih suka naik taxi (mumpung bareng "K" katanya wakakakak), tapi kalau sekarang mah dah bawa mobil sendiri ya Van.. hueheheh. Vany juga akan selalu meng up date pengetahuannya tentang restoran2 terkenal (baca: Mahal), sambil mengarrange suatu saat dia bisa makan berdua romantis di sana, dan yang pasti abis itu dia akan menyimpan bill nya (tanda kalau dia dah pernah makan disana wakakkaka). Vany juga cukup brand minded, sebut satu nama dan dia pasti tau hehehe.

Vany itu pribadi yang kuat sedangkan gw masih in the middle of pencarian jati diri --> Ngga pernah gw denger Vany cerita "eh enaknya gw masuk mana ya kuliahnya", atau "gw milih apa ya IPA/IPS ya", atau "eh gw milih si A atau si B ya buat jadi cowok gw" (kalau yang ini mungkin karena ngga ada pilihan yak van hueheh), pokoknya semua critical decicion about her life bener2 dia ambil sendiri dan dia ngga pernah menyesal dengan apa yang telah dia pilih. Banyak pilihan hidupnya yang bikin gw "amazed", dia adalah orang yang memilih masuk SMA 68 instead of SMA 8 dan memilih FK Trisakti instead of FK Unpad dan memilih K instead of waiting for D (wakakakakakkakakaka).

Dan yang pasti sih masih banyak Vany itu sedangkan gw itu yang lainnya. Tapi yang pasti satu hal yang menyatukan kita banget dan ngga pernah bikin kita bosen adalah selera humor kita yang sama, kalau udah ngobrol sama vany mah bisa ketawa2 ngakak berdua.. mulai dari ngasih nama aneh2 ke orang sampe ngomongin hal2 ngga penting tentang kita. Ada si boni lah, ada si metal never die lah, ada si bebek lah, itu baru 3 dari sekian banyak gelar kehormatan yang Vany berikan ke beberapa orang "khusus" yang namanya perlu disamarkan huehehe, saking nyambungnya di hal yang ini kadang tanpa kita ngomong pun cuma dengan liat2an kita bisa ketawa yang merefer ke hal yang sama.

Yang pasti juga dia adalah sahabat gw yang paling bisa gw percaya dan yang paling bisa mengerti gw. Dia ngga pernah menyalahkan gw di semua hal yang gw ambil dalam hidup gw, bahkan gw percaya pun jika tidak ada orang yang mau mendukung gw lagi, dia masih akan support gw, of course in a positive way. Dan hal itu masih berlaku bahkan sampai sekarang. Pernah gw menanti seorang jerk for almost 7 years, dan dia yang selalu menjadi penghibur lara gw, dia membantu gw melihat sisi shalow mind nya cowok itu. Di saat gw memilih untuk mengambil PMDK IPB gw pun (dan ngga ikut UMPTN) dia juga mendukung gw walaupun di saat itu dia kekeuh munyuruh gw untuk nyoba UMPTN bareng. Dan di saat gw belum stabil kerja pun dia kasih semangat untuk berjuang bersama, huehehhehe.

Vany emang ngga pernah serius kalau lagi menyemangati gw, one of the example is that in fact she ever told this sentence to me "ya udah lu selingkuh aja heheheheh".. sahabat mana yang tega ngasih saran yang aneh kaya gini.. gw aja yang denger sampe ketawa ngakak.. anak ini sedeng, gila, apa sinting si heheheh? yeah but i know you support me in your way and It means a looot Van, tengkyu ya.

August 06, 2007

KCM (Kala Cinta Menggoda – By Chrisye)

Sejak jumpa kita pertama
Kulangsung jatuh cinta
walau kutahu kau ada pemiliknya
Tapi ku tak dapat membohongi hati nurani
Ku tak dapat menghindari gejolak cinta ini

Maka ijinkanlah aku mencintaimu
Atau bolehkah ku sekedar sayang padamu (2x)

Memang serba salah rasanya
Tertusuk panah cinta
Apalagi juga ada pemiliknya
Tapi ku tak mampu membohongi hati nurani
Ku tak mampu menghindari gejolak cinta ini

Maka maafkan jika ku mencintaimu
Atau biarkan ku mengharap kau sayang padaku (2x)

Ada temen gw yang Status YM nya lagi KCM, temen gw ini yang tiba-tiba bercerita ke gw dengan intro ”Nti, akhirnya gw mengerti perasaan MayangSari”, untuk selanjutnya kita sebut saja si temen gw ini dengan panggilan mba NSari (Soalnya walaupun dia ngotot bilang mukanya mirip sama mariana renata tapi ternyata kisah cintanya mirip seperti MayangSari, tapi gw sih tetap berharap semoga ending cerita ini tidak berakhir seperti cerita MayangSari juga)

Mba NSari ini ternyata lagi jatuh cinta sama seorang cowok, dengan status married dilengkapi 2 anak. Si cowok, yang untuk selanjutnya akan kita sebut dengan mas Monitor, karena pernah mengeluarkan rayuan gombal ”ku lihat wajah mba NSari di monitor ku”, yang walaupun jayus tapi ternyata bisa membuat si mba NSari ini terbang ke awang-awang. Yeah.. yeah.. yeah cinta ternyata tidak hanya buta, tapi juga tuli, akibatnya rayuan jayus pun bisa juga dianggap sebagai puisi abad ini. Hahahaha, pisss mba NSari.

Welcome to the real world, tempat dimana semuanya tidak ada yang ideal, tempat dimana semuanya punya masalah. Dari masalah yang berat banget sampe masalah yang diada-adain sendiri. Contohnya ya kaya mba NSari dan si mas Monitor ini. Yang satu, sudah menjalin hubungan selama 4 tahun dengan seorang cowok baik-baik, bermasa depan, dan yang jelas dia masih single. Sedangkan yang satu lagi malah sudah berkeluarga dan dikaruniai dua anak yang lucu2, rasanya pun kehidupannya adem ayem saja. Tapi ternyata Allah sayang kepada keduanya, sehingga terus diberikan cobaan kepada keduanya. Masing-masing dari mereka sedang di uji dengan diberi rasa ketertarikan yang tidak bisa dihindarkan. Kalau sudah begini, siapa yang bisa mengatur hati? Ingin rasanya tidak begini, tapi deg-deg an itu muncul dengan sendirinya jika mereka bertemu, tidak diminta tidak dipelihara. Semuanya serba diluar kendali.

Walaupun hubungan mereka, tak lebih dari sekedar ber say hi dan bertatap muka tapi untungnya masih besar rasa bersalah yang ada di hati si mba NSari.. ”Gila Nti, ini gila, gw ngebayangin anaknya pas dia lagi ngajak gw makan bareng, atau pas dia masang YM statusnya dengan tulisan ”lagi KCM juga””. Maka gw pun yang biasanya termasuk golongan wanita berdarah dingin yang siap menghakimi orang ketiga pun, akhirnya speechless ketika dihadapkan pada kondisi bahwa sekarang ini temen gw lah yang menjadi orang ketiga itu. Bahkan kadang gw ikut tertawa mendengar gombal of the days versi mas Monitor itu hehehe, gokil banget deh. Akhirnya Cuma kata-kata ”Ini harus segera diakhiri, at least biar Cuma lu yang tau perasaan lu.. jangan libatkan dia” yang bisa keluar dari mulut gw.

Pernah gw tanya, apa sih yang ada di mas Monitor yang ngga ada di cowok lu, si mba NSari ini malah dengan cepat dan jelas menjawab ”Tidak Ada”. Waduh, tambah bingung gw jadinya. ”Ya ngga ada Nti, ini Cuma masalah hati aja”. Tapi ternyata walaupun ”cuma” masalah hati, toh membuat si mba NSari ini terus merasa tidak nyaman, karena merasa bersalah terhadap keluarga si mas Monitor dan tentunya juga ke cowoknya sendiri.

Ngga tau bantuan apa yang bisa gw berikan buat mba NSari, yang jelas bukan dukungan moral untuk menuntut pernikahan siri ataupun resmi huehehhehehheheh (piss mba NSari) tapi mungkin hanya sebaris doa agar Allah kembali membalikkan hati kalian lagi. Serius nih mba NSari, jangan ketawa lu kalo baca postingan ini ya.. karena truelly deeply in my heart gw ngga pengen lu menjadi tokoh yang paling gw takutkan dalam pernikahan, yaitu orang ketiga. U deserve better my dear J.

KCM (Kala Cinta Menggoda – By Chrisye)

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Unek-unek tentang Super Mom

Akhir-akhir ini gw sering melihat dan mendengar bahwa suami istri sibuk berkerja nine to five di kantor, sementara mereka padahal telah memiliki anak satu, dua, bahkan lebih. Kepada wanita-wanita super mom seperti itu lah tidak bisa gw sembunyikan rasa penasaran gw ”gimana cara nya membagi waktu nya ya?” dan inilah jawaban paling populer yang sering gw dengar ”kan ada nenek nya” atau ”ada yang jaga di rumah (pembantu/baby sitter red.)”.

Hmm speechless juga sih dengernya, karena ini ironi sebenernya. Disaat kita, orang tuanya, dulu berkerja keras untuk bisa sekolah setinggi2nya, eh setelah lulus ilmu itu bukannya dimanfaatkan untuk mendidik anak2nya supaya menjadi generasi yang lebih baik malah kemudian menyerahkan pendidikan anak2nya ke tangan orang lain yang bahkan SD pun tak tamat. Demikian juga yang menyerahkan pendidikan anak2nya ke orang tuanya/mertuanya, ada juga yang bilang ”yah, kalo orang tua gw kan udah teruji.. minimal nanti anak gw se kualitas gw lah” hahaha. Ngga salah juga si, tapi seharusnya pola pikirnya bukan begitu.. beliau saja yang demikian kondisinya bisa menghasilkan anak seperti saya, masa saya yang terlahir dan dibesarkan dengan kondisi yang lebih baik tidak bisa menghasilkan anak  yang lebih baik. Belum teruji memang, tapi bukankan hidup memang suatu pertaruhan? Untuk sesuatu yang lebih baik, dengan diiringi doa dan usaha keras tentu kenapa kita jadi kalah sebelum berperang?

Tapi disini lah lagi2 perlunya me review ulang rencana terhadap masa depan yang akan ditempuh oleh suami istri pada saat mereka akan merajut rumah tangganya. Siapa yang bertugas a, siapa yang bertugas b, atau c. Yang penting kesepakatan ini dibuat dan disepakati bedua, tanpa ada rasa tertekan di salah satu pihak. Sehingga dengan demikian masing-masing akan menjalankan tugasnya dengan baik, tanpa terbebani. Sama seperti ketika kita mau masuk kerja, tentu kita dapat rincian job description. Dan tentu semakin banyak job desc yang diemban maka akan semakin tinggi reward yang akan kita dapat. Ini semua harus disepakati sedini mungkin, supaya di kemudian harinya tidak ada penyesalan di salah satu sisi. Tidak ada lagi kata-kata ”Semua ini udah aku lakukan buat kamu!”, ”Aku udah berkorban untuk kamu”. Seharusnya tidak ada lagi pengorbanan buat kamu, yang ada adalah pengorbanan buat ”kita”.

Kalau gw pribadi si, gw berkerja untuk ”menjaga” kemungkinan buruk.

Oleh karena itu, kalau suatu saat gw memutuskan untuk tdak berkerja lagi maka gw akan mencoba mencari suami yang bisa mengakomodasi ketakutan gw itu. Misalnya,

Gw akan mencari suami yang setia, atau cukup dengan satu wanita saja, untuk mengakomodasi ketakutan gw akan adanya masalah dengan pihak ketiga yang bisa mengakibatan perceraian antara gw dan dia, yang kemudian akan menjadikan gw wanita malang yang hidup sendirian tanpa sepeserpun penghasilan.

Kemudian akan gw cari juga suami yang bisa meyakinkan gw bahwa kalau dia meninggal, dia akan memberikan gw kemampuan untuk mengambil alih posisi nya sebagai kepala keluarga karena selama hidupnya dia selalu membuat gw menjadi wanita mandiri misal dengan membantu gw mengembangkan home industry, menjadi penulis, atau apapun pembelajarannya pokoknya menjadi wanita yang mampu survive apapun kondisinya.

Kemudian akan gw cari juga suami yang bisa meyakinkan gw bahwa tanpa gw ikut berkerja pun, dia mampu memberikan penghidupan yang layak buat gw dan anak2nya. Tentu layak dengan versi yang kita sepakati berdua. Ini penting. Mungkin orang bilang ini matre, tapi menurut gw ini adalah realitas. Pernah denger istilah ”Harga ngga pernah bohong?”, maka demikian juga lah untuk membangun rumah tangga yang berkualitas itu harganya sangat mahal. Anak perlu mendapatkan sekolah yang terbaik, anak perlu mendapat gizi yang baik, istri perlu tampak cantik, semua anggota keluarga butuh santapan rohani berkualitas, bahkan kalau bisa kita juga ikut mensejahterahkan orang-orang lain juga bukan hanya keluarga inti. Itu semua butuh uang, isn’t it?

Kemudian akan gw cari juga suami yang pintar menempatkan wanita di posisi yang baik. Dimana sang istri tidak akan merasa terkucilkan oleh perkataan2 orang sekitarnya yang menganggapnya tidak berguna karena tidak berkerja, sang suami lah yang akan menjadi tameng pertama yang berkata dengan gagahnya ke seluruh dunia bahwa betapa bangganya dia memiliki istri yang sedemikian hebatnya, yang mau meninggalkan karirnya yang menjanjikan hanya karena percaya dengan rencana mereka untuk membangun masa depan keluarga yang lebih baik. Sehingga sedemikian, sang istri merasa sudah cukup mendapatkan aktualisasi diri dari sekitarnya, sehingga tidak perlu lagi mencarinya keluar rumah.

Nah kalau ada suami sudah bersedia untuk melakukan A,B, C, D atau bakan E maka tentu sebagai istri gw juga harus berusaha semaksimal mungkin memenuhi tanggung jawab gw. Gw akan diet, olah raga, tampil cantik, belajar terus (biar ngga oon) tentang apa saja terutama pendidikan anak, Giat mencari informasi terbaru tentang apa saja agar tetep kreatif dalam menciptakan suasana rumah yang tidak membosankan.

Dan kemudian rasanya hidup akan bahagia ever after :D.